Menurut Kantor Berita ABNA, Afif Dalah, pakar politik dan HAM Suriah menyatakan, "Pengklaiman musuh mengenai penyerangan dengan menggunakan senjata kimia oleh militer Suriah ke kawasan Gauthah bagian timur tepi kota Damaskus adalah perang psikologis untuk memperburuk citra pemerintah Suriah di mata internasional khususnya di depan tim investigasi PBB yang memang sedang berada di Suriah."
Beliau menegaskan, "Sebelum kejadian inipun, kelompok oposisi yang terbentuk dari berbagai anasir asing telah banyak menyebarkan berita-berita bohong dan memberikan laporan dengan data-data rekayasa dan palsu. Bersumber dari data yang tidak benar tersebut, banyak yang kemudian bergabung dengan kelompok teroris untuk semakin menimbulkan kekacauan di negeri ini."
Aktivis politik dan masalah HAM berkebangsaan Suriah tersebut kemudian menambahkan, "Apa yang kelompok teroris klaim dan tuduhkan atas pemerintah Suriah adalah sesuatu yang irasional dan bertentangan dengan akal sehat. Misalnya saja penggunaan senjata kimia oleh militer Suriah. Daerah yang disebutkan sebagai lokasi pengeboman senjata kimia adalah area operasi militer Suriah dalam upayanya memberangus perlawanan kelompok pemberontak. Dan kalau bom kimia digunakan itu sama halnya menjebak diri sendiri untuk juga terkena radiasi dari efek penggunaan senjata kimia itu, mengingat senjata kimia dalam bentuk gas yang dapat menyebar melalui udara dan itu resiko kenanya sangat besar."
Afif Dalah melanjutkan, "Mereka melakukan upaya pengrusakan citra karena pihak musuh dalam beberapa bentrokan dengan militer Suriah telah mengalami berbagai kekalahan. Sehingga mereka menempuh cara ini untuk membuat jelek Suriah dimata internsional. Ini cara mereka untuk menutupi kekalahan dan rasa malu mereka. Namun upaya penipuan dan manipulasi mereka itu, tidak akan ada yang mempercayainya."
"Musuh telah lebih awal membuat dan menyediakan film-film dan gambar yang kemudian disebar dimedia-media jaringan sosial dan mereka klaim sebagai korban keganasan senjata kimia. Kalau memang itu benar terjadi, tidak akan mungkin mengumpulkan dan mengevakuasi para korban dalam waktu yang sangat cepat dan singkat, sebab efek dari senjata kimia sangat berbahaya dan tidak bisa melakukan upaya penyelamatan tanpa menggunakan pakaian khusus anti senjata kimia, sebab resiko menularnya sangat besar." Tambahnya.
"Pihak musuh telah sangat terdesak oleh kemajuan dan kemenangan yang diraih militer Suriah diberbagai tempat karenanya mereka melakukan fitnah keji ini, dengan menggunakan korban warga sipil yang telah mereka bantai sendiri. Apa yang telah mereka lakukan ini justru semakin membuka kedok kebusukan mereka. Bahwa sesungguhnya merekalah musuh kemanusiaan itu." Tegasnya.